PADANG, KUTIPANDOTKOM.COM – Ramadan Halal Fest 2026 resmi bergulir di Masjid Al-Hakim pada Jumat (20/2/2026).
Festival yang masuk dalam agenda Ramah (Ramadan di Masjid Al-Hakim) ini menghadirkan konsep terpadu yang menyatukan ibadah, kegiatan sosial, serta penguatan ekonomi syariah di satu kawasan.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, membuka langsung kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa masjid harus mengambil peran lebih luas di tengah masyarakat.
Menurut Mahyeldi, Ramadan Halal Fest mendorong masjid menjadi pusat halal lifestyle. Ia ingin masyarakat tidak hanya datang untuk beribadah, tetapi juga menggerakkan ekonomi umat melalui transaksi produk halal dan pemberdayaan UMKM.
Festival ini lahir dari kolaborasi pengelola Masjid Al-Hakim bersama Bank Indonesia dan Bank Nagari. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat ekosistem ekonomi syariah sekaligus membantu pelaku usaha lokal berkembang selama Ramadan.
50 UMKM Halal Ramaikan Pasar Pabukoan
Pasar Pabukoan menjadi magnet utama festival tahun ini. Panitia menghadirkan 50 booth UMKM bersertifikat halal yang menawarkan beragam menu berbuka puasa dengan kualitas terjamin.
Mahyeldi menilai Pasar Pabukoan bukan sekadar lokasi jual beli takjil, melainkan ruang silaturahmi dan sarana penguatan ekonomi masyarakat kecil.
Ia juga mengajak warga memanfaatkan Ramadan sebagai momentum meningkatkan transaksi halal dan digital serta berbagi melalui program paket Lebaran untuk masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, dukungan perbankan melalui edukasi keuangan syariah dan bantuan sosial dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah dan mengendalikan inflasi selama Ramadan.
Berlangsung 25 Hari, Hadirkan Ibadah dan Edukasi
Direktur Eksekutif Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Kota Padang, Muhammad Sobri, menyampaikan Ramadan Halal Fest 2026 berlangsung selama 25 hari, mulai 20 Februari hingga 17 Maret 2026.
Rangkaian kegiatan mencakup salat tarawih, kajian subuh, buka puasa bersama, hingga i’tikaf. Di sisi lain, festival juga menghadirkan talkshow bisnis syariah, lomba nasyid, hadrah, dan kompetisi dai cilik.
Panitia menggelar festival di area palanta pantai dengan konsep terbuka, sehingga pengunjung dapat menikmati suasana ngabuburit sambil menyaksikan matahari terbenam di Pantai Padang.
Tahun ini, penyelenggara juga menggandeng sektor otomotif listrik sebagai bagian dari kampanye ramah lingkungan.
Ketua Harian Pengurus Masjid Al-Hakim, Muamar, menargetkan 500 hingga 1.000 pengunjung setiap hari. Ia optimistis Ramadan Halal Fest akan berkembang menjadi agenda tahunan sekaligus memperkuat posisi Kota Padang sebagai pusat wisata religi dan ekonomi syariah di Sumatera Barat. (*)












