Heboh! Bayi 14 Bulan Meninggal, Dugaan Kelalaian RSUP Dr. M. Djamil Padang Tuai Sorotan Publik

Rabu, 22 April 2026 - 20:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PADANG – Kematian seorang balita di RSUP Dr. M. Djamil Padang memicu gelombang kemarahan publik. Dugaan kelalaian dalam penanganan medis kini menjadi sorotan tajam, bahkan memaksa pihak rumah sakit bergerak setelah kasus ini viral.

Korban, Alceo Hanan Flantika, bayi berusia 1 tahun 2 bulan, meninggal dunia pada 3 April 2026 usai menjalani perawatan selama sepekan akibat luka bakar. Namun, yang menjadi perhatian bukan hanya kematiannya, melainkan dugaan kuat adanya kelalaian dalam proses penanganan.

Baca Juga : Gotong Royong Serentak di Pasaman Barat, Fokus Tingkatkan Kesadaran Kelola Sampah

Kemarahan publik meledak setelah ibu korban, Nuri Khairma, mengungkap kekecewaannya di media sosial. Unggahan tersebut langsung menyebar luas dan memicu pertanyaan besar: apakah ada kelalaian fatal di balik kematian balita tersebut?

Pihak keluarga secara tegas menuntut transparansi. Mereka tidak ingin kasus ini “ditutup-tutupi” melalui pemeriksaan internal. Audit independen menjadi tuntutan utama agar fakta sebenarnya benar-benar terungkap ke publik.

Tak berhenti di situ, keluarga juga siap membawa kasus ini ke jalur hukum. Langkah ini menjadi sinyal keras bahwa mereka tidak akan tinggal diam.

Di tengah tekanan yang semakin kuat, pihak RSUP Dr. M. Djamil Padang akhirnya buka suara. Manajemen mengaku telah membentuk tim audit investigasi independen untuk mengusut dugaan kelalaian tersebut.

Baca Juga : Dua Jemaah Haji Padang Tertunda Berangkat ke Tanah Suci karena Kondisi Kesehatan

Direktur utama, Dovy Djanas, menyatakan bahwa hasil investigasi akan diumumkan secara terbuka. Ia juga menegaskan bahwa sanksi tegas akan dijatuhkan jika terbukti ada pelanggaran dalam penanganan pasien.

Namun, publik menilai respons ini terlambat. Banyak yang mempertanyakan mengapa tindakan baru dilakukan setelah kasus ini viral dan menjadi perhatian luas.

Meski pihak rumah sakit telah dua kali menemui keluarga dan menyampaikan belasungkawa, tuntutan keadilan tetap bergema. Bagi keluarga korban, yang dibutuhkan bukan sekadar simpati, melainkan kejelasan dan pertanggungjawaban nyata.

Kasus ini kini menjadi perhatian serius masyarakat. Publik menunggu, apakah audit independen benar-benar akan membuka fakta, atau justru berakhir tanpa kejelasan. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Istri Mengaku Dipaksa Berhubungan Seksual dengan Pria Tak Dikenal, Suami Dilaporkan ke Polisi
Diduga Curi Ponsel Korban dengan Modus Tuduhan Senonoh, Pria 46 Tahun Diamankan Polisi
Adik Kandung Diduga Curi Uang Rp15 Juta Milik Kakaknya, Ditangkap Tim Klewang Polresta Padang
Polresta Padang Tangkap Residivis Curanmor, Honda Scoopy Curian Berhasil Diamankan
Komplotan Pencuri Antarprovinsi Diciduk di Padang, Polisi Sita Barang Bukti
Pelaku Curanmor Ditangkap 7 Jam Setelah Beraksi di Seberang Padang, Polisi Amankan Motor Curian dan Kunci T
Puluhan Pedagang Jadi Korban Penipuan Distribusi Minyak Goreng Kemasan di Padang, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah
Satresnarkoba Polresta Padang Ungkap Kasus Sabu di Lambung Bukit

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Istri Mengaku Dipaksa Berhubungan Seksual dengan Pria Tak Dikenal, Suami Dilaporkan ke Polisi

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:36 WIB

Diduga Curi Ponsel Korban dengan Modus Tuduhan Senonoh, Pria 46 Tahun Diamankan Polisi

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:23 WIB

Adik Kandung Diduga Curi Uang Rp15 Juta Milik Kakaknya, Ditangkap Tim Klewang Polresta Padang

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:29 WIB

Polresta Padang Tangkap Residivis Curanmor, Honda Scoopy Curian Berhasil Diamankan

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:25 WIB

Komplotan Pencuri Antarprovinsi Diciduk di Padang, Polisi Sita Barang Bukti

Berita Terbaru