PADANG PANJANG-Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kota Padang Panjang menyalurkan bantuan bagi tiga keluarga yang terdampak musibah kebakaran dalam tiga hari terakhir, yang terjadi di Tanah Hitam, Kampung Dobi, dan Tanah Bato.
Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua LKKS Kota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika Hendri, Sabtu (14/3/2026) kepada keluarga korban di lokasi kejadian.
Bantuan yang diberikan meliputi seperangkat kompor gas lengkap dengan panci dan kuali, seperangkat alat salat, family kit, makanan anak, serta bahan kebutuhan pokok seperti beras, telur, gula, mi instan, sarden, teh, dan minyak goreng.
Ketua LKKS Kota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika Hendri menyampaikan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang sedang menghadapi musibah, sekaligus upaya meringankan beban sehari-hari para korban.
“Ini adalah bentuk perhatian pemerintah terhadap warga yang terkena musibah. Kami hadir di sini untuk sedikit meringankan beban bapak dan ibu. Mungkin bantuan ini belum sepenuhnya bisa menggantikan kehilangan yang dirasakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, musibah kebakaran yang terjadi tentu menjadi duka bagi semua pihak. Melalui bantuan ini, diharapkan para korban dapat terbantu selama masa pemulihan.
Selain menyerahkan bantuan, Ny. Maria juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran di lingkungan rumah tangga.
Ia mengingatkan agar kompor dimatikan setelah digunakan dan peralatan listrik dicabut jika tidak dipakai.
Penyerahan bantuan tersebut turut disaksikan Kepala Dinas Sosial Kota Padang Panjang Winarno, serta Lurah Tanah Hitam Wetriko dan Lurah Guguk Malintang Suherdi.
Sementara itu, para korban kebakaran menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan LKKS Kota Padang Panjang.
Bantuan tersebut dianggap sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sementara setelah musibah terjadi.
“Kami sekeluarga sangat berterima kasih kepada semua pihak, terutama Ibu Wali Kota, kepala dinas, dan lurah yang telah membantu kami,” ungkap salah seorang warga Tanah Hitam. (*)












