Padang-Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumatera Barat ( terus menunjukkan geliat positif, khususnya pada sektor kuliner rendang yang menjadi ikon daerah. Produk olahan khas Minangkabau ini tidak hanya bertahan sebagai konsumsi rumah tangga, tetapi juga berkembang menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.
Jelang musim haji permintaan rendang untuk di bawa ketanah suci oleg calon jemaah haji (CJH) asal Sumbar ada peningkatan, hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Endrizal, jumat siang, (10/4/2026).
Rendang yang akan dibawa ke tanah suci, menurut data di dinas kopeasi dan umkm sumbar, selama pelaksanaan haji banyak CJH yang membawa rendang, baik dengan cara dimasak sendiri maupun di beli di senyral umkm rendang yang tersebar di sumbar.
“Di Sumbar sebetulnya semua rumah tangga, katakanlah 80 persen, itu sudah paham cara membuat rendang. Kadang-kadang berminat, ya langsung membuat rendang. Namun yang jadi bisnis, ini belum cukup banyak,” ujar Endrizal.
Pemerintah daerah, lanjutnya, terus melakukan pembinaan agar pelaku UMKM rendang mampu menembus pasar yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Upaya ini dilakukan melalui peningkatan kualitas produk, kemasan, hingga strategi pemasaran. (Obi)












