Menyusuri Warisan Abad ke-16: Jejak Sejarah yang Hidup di Masjid Tuo Kayu Jao

Kamis, 5 Maret 2026 - 07:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masjid Tuo Kayu Jao,Nagari Batang Barus,Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok.

Masjid Tuo Kayu Jao,Nagari Batang Barus,Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok.

SOLOK – Di tengah sejuknya perbukitan Kabupaten Solok, berdiri sebuah bangunan tua yang tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga penanda perjalanan panjang sejarah Islam di Ranah Minang. Masjid Tuo Kayu Jao, yang diyakini telah berdiri sejak abad ke-16, menjadi salah satu masjid tertua di Sumatera Barat sekaligus saksi bisu perkembangan peradaban Minangkabau.

Didirikan sekitar tahun 1599, masjid ini menyimpan jejak penting proses penyebaran Islam di wilayah pedalaman Minangkabau. Di masa ketika dakwah dilakukan melalui pendekatan adat dan budaya, masjid ini hadir sebagai pusat pendidikan agama, musyawarah, serta pembentukan nilai-nilai sosial masyarakat.

Saksi Penyebaran Islam di Minangkabau

Keberadaan Masjid Tuo Kayu Jao tidak bisa dilepaskan dari dinamika sejarah masuknya Islam ke Sumatera Barat. Pada masa itu, ajaran Islam berkembang secara bertahap melalui peran ulama dan tokoh adat. Masjid menjadi pusat pembelajaran Al-Qur’an, tempat bermusyawarah, sekaligus ruang pembinaan generasi muda.

Bangunan ini tetap kokoh melewati berbagai fase sejarah—dari masa kerajaan lokal, penjajahan kolonial, hingga Indonesia merdeka. Ketahanannya menjadi simbol kuatnya akar tradisi dan nilai keagamaan dalam masyarakat Minangkabau.

BACA JUGA :
Bukittinggi: Dari Nagari Kurai, Fort de Kock, hingga Kota Bersejarah di Dataran Tinggi Minangkabau

Arsitektur Tradisional yang Memukau

Daya tarik utama masjid ini terletak pada arsitekturnya yang khas dan sarat filosofi. Atapnya berbentuk tumpang bertingkat dengan balutan ijuk hitam, menyerupai bentuk gonjong rumah adat Minangkabau, namun tanpa kubah seperti masjid modern pada umumnya.

Struktur bangunan didominasi kayu, dengan teknik konstruksi tradisional yang minim penggunaan paku. Hingga kini, keaslian bentuknya tetap dipertahankan. Suasana di dalam masjid terasa teduh dan sederhana, mencerminkan nilai kesahajaan yang menjadi ciri masyarakat setempat.

Keunikan arsitektur ini memperlihatkan perpaduan harmonis antara budaya lokal dan ajaran Islam—sebuah bukti bahwa agama berkembang tanpa menghapus identitas adat.

BACA JUGA :
Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Mahligai Minang Tanpa Kubah yang Mendunia

Warisan yang Terus Dijaga

Masjid Tuo Kayu Jao bukan sekadar peninggalan sejarah, tetapi juga simbol kesinambungan tradisi. Masyarakat setempat menjaga dan merawat bangunan ini dengan penuh kesadaran bahwa mereka tengah memelihara warisan leluhur.

Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini kini juga menjadi destinasi wisata religi dan sejarah. Banyak pelajar, peneliti, hingga wisatawan datang untuk menyaksikan langsung jejak peradaban Islam yang telah bertahan lebih dari empat abad.

Di tengah modernisasi yang terus bergerak cepat, Masjid Tuo Kayu Jao berdiri tegak sebagai pengingat bahwa sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dipahami dan diwariskan. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kayu Manis Food Court Resmi Diluncurkan di Hotel Santika Premiere Padang, Tawarkan Sensasi Kuliner dan Live Music
Survei Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia di Pasaman Barat Tinjau Kesiapan Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih 2026
Libur Lebaran Kebun Kintani Ramai Pengunjung
Di Balik Asap Dapur Rendang, Kisah Perempuan Minang Menjaga Warisan yang Tak Pernah Padam
Asal Usul Batu Busuk di Padang, Legenda Lama yang Kembali Dikenang Usai Banjir Melanda
Waspada Saat Berwisata ke Danau Singkarak, Ini Tips Aman yang Perlu Diketahui
Jelang Idulfitri, Pemko Solok dan Forkopimda Matangkan Pengamanan dan Kenyamanan Masyarakat
Gubernur Sumbar Tinjau Wajah Baru Pantai Parkit Pascabanjir, Berpotensi Jadi Destinasi Wisata

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 15:30 WIB

Kayu Manis Food Court Resmi Diluncurkan di Hotel Santika Premiere Padang, Tawarkan Sensasi Kuliner dan Live Music

Sabtu, 11 April 2026 - 14:07 WIB

Survei Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia di Pasaman Barat Tinjau Kesiapan Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih 2026

Minggu, 29 Maret 2026 - 08:50 WIB

Libur Lebaran Kebun Kintani Ramai Pengunjung

Sabtu, 28 Maret 2026 - 17:17 WIB

Di Balik Asap Dapur Rendang, Kisah Perempuan Minang Menjaga Warisan yang Tak Pernah Padam

Selasa, 24 Maret 2026 - 12:38 WIB

Asal Usul Batu Busuk di Padang, Legenda Lama yang Kembali Dikenang Usai Banjir Melanda

Berita Terbaru

Podcast

Perjalanan Tokoh Muda Inspiratif Pasaman Barat ‎

Jumat, 17 Apr 2026 - 08:17 WIB

Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pendidikan karakter dan kesadaran hukum di kalangan pelajar melalui program “Jaksa Mengajar”, Rabu (15/4/2026).

Hukum

Belasan Jaksa Kejati Sumbar Datangi SMK 3 Padang

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:40 WIB