Agam-Dampak banjir bandang yang melanda Kabupaten Agam beberapa bulan lalu masih terasa, khususnya di sektor pertanian. Bencana ini telah merusak sekitar 605 hektare lahan persawahan dengan kategori berat dan sedang, tersebar di lima kecamatan terdampak: Tanjung Raya, Palembayan, Matur, Malalak, dan Tanjung Mutiara.
Banjir membawa material lumpur dan batu yang menutupi sawah, sekaligus merusak saluran irigasi, sehingga banyak petani tidak dapat menanam padi seperti biasanya.
Pemerintah Kabupaten Agam kini gencar melakukan upaya rehabilitasi dan rekonstruksi. Langkah yang dilakukan antara lain membersihkan lumpur, meratakan kembali lahan persawahan, serta memperbaiki jaringan irigasi yang rusak. Sebelumnya, pemerintah juga telah melakukan perataan massal terhadap 69 hektare sawah di Kecamatan Tanjung Raya sebagai langkah awal pemulihan.
“Pemerintah daerah terus berupaya melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian yang rusak agar sawah masyarakat dapat segera digunakan kembali. Kami berharap para petani di wilayah terdampak segera kembali beraktivitas sehingga produksi pangan di Kabupaten Agam dapat pulih seperti sebelum terjadinya bencana,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, M. Lutfi, Jumat (6/3/2026).
Pemerintah daerah menargetkan proses pemulihan lahan pertanian dapat berjalan lancar agar produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Agam segera kembali normal. (*)












