Pasaman Barat-Harga ayam potong di Pasar Tradisional Padang Tujuh, Nagari Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman melonjak drastis. Dari harga normal Rp28.000 per kilogram, kini dijual Rp37.000–Rp38.000 per kilogram, naik sekitar Rp10.000/kg atau hampir 35 persen.
Pedagang setempat mengaku kenaikan ini sangat mengejutkan. Yuda seorang pedagang ayam, menyebut biaya pakan yang meningkat serta kondisi cuaca buruk sebagai penyebab utama lonjakan harga.
Cuaca ekstrem beberapa minggu terakhir membuat pasokan ayam berkurang. Hujan deras dan fluktuasi suhu membuat peternak kesulitan memenuhi permintaan pasar.
Dampak kenaikan harga terasa langsung bagi konsumen. Banyak warga mengaku mengurangi konsumsi ayam atau memilih alternatif protein lain yang lebih terjangkau, seperti telur atau ikan.
Para pedagang juga merasakan tekanan ekonomi. Meski harga jual meningkat, omzet harian justru menurun karena daya beli masyarakat melemah.
“Orang jadi lebih berhitung sebelum membeli ayam. Penjualan turun, tapi biaya tetap harus ditutup,” kata Yuda, Selasa (2/4/2026).
Kenaikan ini menjadi sorotan karena ayam termasuk kebutuhan pokok masyarakat. Lonjakan harga mendadak berpotensi membebani rumah tangga berpenghasilan rendah.
Sementara itu, komoditas lain relatif stabil. Cabai merah dijual Rp28.000–Rp30.000 per kilogram, sedangkan bawang merah tetap sekitar Rp15.000/kg. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan harga ayam lebih dipicu faktor produksi spesifik daripada inflasi umum.
Pedagang berharap harga ayam segera kembali normal agar aktivitas pasar ramai kembali dan omzet meningkat.
Pemerintah daerah hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun lonjakan harga ini kemungkinan menjadi perhatian pihak terkait untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok, termasuk ayam potong.
Ahli ekonomi lokal menyarankan masyarakat tetap bijak dalam berbelanja dan mengatur konsumsi, sementara peternak didorong meningkatkan efisiensi agar pasokan stabil dan harga tidak fluktuatif.
Lonjakan harga ayam potong di Pasaman Barat menjadi pengingat penting bahwa faktor eksternal seperti cuaca dan biaya produksi bisa memengaruhi ekonomi rumah tangga dan pasar lokal secara signifikan. (*)












