TANAH DATAR – Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun asal Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang di kawasan Malalo, Danau Singkarak, Kabupaten Tanah Datar, pada Senin petang. Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan setelah dilakukan pencarian intensif di lokasi kejadian.
Korban diketahui bernama Fauzan. Ia dilaporkan tenggelam sekitar pukul 12.30 WIB saat tengah berenang di pinggir danau.
Kejadian tersebut sontak membuat panik warga dan pengunjung di sekitar lokasi, yang kemudian segera melaporkan peristiwa itu kepada pihak berwenang.
BACA JUGA : Waspada Saat Berwisata ke Danau Singkarak, Ini Tips Aman yang Perlu Diketahui
Mendapatkan laporan dari masyarakat, tim SAR gabungan langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pencarian.
Upaya pencarian dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk nelayan setempat yang membantu menggunakan jaring dari perahu mereka, serta personel SAR yang melakukan penyelaman di sekitar titik korban diduga tenggelam.
Proses pencarian berlangsung cukup intensif selama kurang lebih satu jam. Tim menyisir area perairan di sekitar lokasi kejadian dengan harapan korban segera ditemukan.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika korban berhasil ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, tidak jauh dari lokasi awal ia dilaporkan tenggelam.
Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan dibawa ke RSUD Padang Panjang untuk penanganan lebih lanjut.
Koordinator Unit Siaga SAR Tanah Datar, Juni Fiwalman, menyampaikan bahwa operasi pencarian resmi dihentikan setelah korban berhasil ditemukan. Ia juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat dan nelayan setempat yang turut membantu proses pencarian.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian. Setelah korban ditemukan, operasi SAR dinyatakan ditutup,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihak SAR mengimbau kepada para wisatawan yang berkunjung ke kawasan Danau Singkarak, khususnya selama momen libur Lebaran, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar perairan.
Pengawasan terhadap anak-anak dan anggota keluarga dinilai sangat penting guna mencegah terjadinya kejadian serupa. Selain itu, pengunjung juga diingatkan untuk memperhatikan kondisi lingkungan serta tidak berenang di area yang berisiko atau tanpa pengawasan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya keselamatan saat berwisata, terutama di kawasan perairan terbuka seperti danau yang memiliki kedalaman dan kondisi yang tidak selalu dapat diprediksi. (*)












