Pasaman Barat-Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani di Kabupaten Pasaman Barat saat ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kondisi ini menjadi kabar menggembirakan bagi para petani sawit yang menggantungkan hidup dari komoditas tersebut.
Di sejumlah wilayah, harga TBS non mitra dilaporkan bervariasi, yakni berada pada kisaran Rp2.900 hingga Rp3.300 per kilogram. Perbedaan harga tersebut dipengaruhi oleh kualitas buah serta lokasi penjualan masing-masing petani.
Kenaikan harga ini pun disambut positif oleh masyarakat, khususnya petani sawit. Mereka merasakan langsung dampak peningkatan harga terhadap pendapatan harian maupun bulanan.
Kepala Dinas Perkebunan Pasaman Barat, Afrizal, menyampaikan bahwa kondisi harga saat ini sangat menguntungkan bagi petani.
Ia menyebutkan bahwa harga TBS yang tinggi menjadi harapan baru setelah sebelumnya sempat mengalami fluktuasi.
“Alhamdulillah sekarang harga TBS sawit masyarakat sangat menjanjikan,” ujar Afrizal kepada awak midia, Selasa (31/3/2026) di Simpang Empat.
Menurutnya, kenaikan harga TBS tidak terjadi begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh sejumlah faktor penting yang saling berkaitan.
Salah satu faktor utama adalah harga minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) di pasar global yang cenderung stabil. Stabilitas harga ini berdampak langsung terhadap harga TBS di tingkat petani.
Selain itu, meningkatnya permintaan dari pabrik pengolahan kelapa sawit juga turut mendorong naiknya harga TBS. Kondisi ini membuat persaingan pembelian buah sawit di tingkat petani semakin tinggi.
Afrizal menambahkan bahwa tren positif ini diharapkan dapat terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. Dengan demikian, kesejahteraan petani sawit di Pasaman Barat dapat semakin meningkat.
Namun demikian, ia juga mengingatkan para petani untuk tetap menjaga kualitas hasil panen. Kualitas buah yang baik akan sangat menentukan harga jual di pasaran.
Dengan harga yang saat ini tergolong tinggi dan stabil, sektor perkebunan kelapa sawit diharapkan tetap menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di Pasaman Barat. (*)












