Sumbar Percepat Pemulihan Sawah Terdampak Bencana, Gubernur Ikut Tanam Padi di Agam

Kamis, 30 April 2026 - 23:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah ikut turun langsung menanam padi dalam kegiatan tanam serempak 50.000 hektare di Sumbar yang dipusatkan di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (30/4/2026).

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah ikut turun langsung menanam padi dalam kegiatan tanam serempak 50.000 hektare di Sumbar yang dipusatkan di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (30/4/2026).

AGAM-Pemerintah mempercepat pemulihan lahan pertanian terdampak bencana sekaligus mengantisipasi potensi kekeringan melalui Gerakan Tanam Serempak 50.000 hektare yang dilaksanakan di berbagai daerah secara nasional, termasuk di Sumatera Barat (Sumbar).

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah ikut turun langsung menanam padi dalam kegiatan tanam serempak 50.000 hektare di Sumbar yang dipusatkan di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (30/4/2026).

Program nasional yang dilaksanakan secara serentak di 25 provinsi ini menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan, khususnya di tengah ancaman kekeringan yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

Gubernur Mahyeldi mengatakan Sumbar menjadi salah satu daerah yang terdampak cukup besar akibat bencana hidrometeorologi. Ribuan hektare sawah mengalami kerusakan, hingga saat ini upaya rehabilitasi dan percepatan tanam terus dilakukan Pemerintah Daerah dan Kementerian Pertanian dengan progres yang cukup baik.

“Yang terdampak di Sumatera Barat lebih kurang 7.000 hektare. Untuk kategori ringan dan sedang sekitar 3.902 hektare. Alhamdulillah rehabilitasi sudah mencapai sekitar 62 persen dan yang sudah ditanami hampir 50 persen,” ujar Mahyeldi.

Seiring dengan capaian tersebut, Mahyeldi menegaskan, pihaknya terus mendorong upaya percepatan tanam agar lahan yang telah dipulihkan segera kembali produktif dan tidak terbengkalai.

“Penanaman kembali lahan yang telah dipulihkan harus cepat, supaya ketersediaan pangan, khususnya beras tetap aman,” kata Mahyeldi.

Selain percepatan tanam, langkah antisipasi terhadap potensi kekeringan juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah menindaklanjuti arahan Kementerian Pertanian dengan memetakan wilayah rawan kekeringan agar musim tanam tidak terganggu.

“Arahan Pak Sekjen segera kita tindak lanjuti supaya pada Agustus nanti tidak terdampak kekeringan dan kita bisa panen tepat waktu,” ujarnya.

Dengan langkah tersebut, Sumbar diharapkan dapat terus mendukung target nasional swasembada pangan melalui percepatan rehabilitasi lahan dan optimalisasi areal pertanian produktif.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti yang memimpin langsung pelaksanaan gerakan tanam di Kabupaten Agam, menegaskan pentingnya percepatan penanaman pada lahan yang telah siap.

Ia menjelaskan, total 50.000 hektare lahan yang ditanami terdiri dari 5.000 hektare lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR), 43.000 hektare lahan Optimasi Lahan (Oplah), serta lahan terdampak bencana di Sumbar yang telah direhabilitasi.

“Lahan yang sudah siap tanam harus segera ditanami. Tidak boleh menunggu terlalu lama karena nanti kembali ditumbuhi semak dan tidak produktif,” tegas Idha Widi Arsanti.

Menurutnya, percepatan tanam merupakan bagian dari strategi nasional untuk menjaga produksi pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Sementara itu Bupati Agam, Benni Warlis menyampaikan pemulihan sawah terdampak bencana di daerahnya masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama akibat ancaman longsor susulan.

Dari sekitar 1.700 hektare lahan terdampak, sebagian telah mulai kembali ditanami dan kini memasuki usia tanam sekitar satu bulan. Proses rehabilitasi dilakukan melalui pola padat karya dengan skema bantuan yang langsung ditransfer ke rekening kelompok tani tanpa perantara.

“Dana bantuan langsung masuk ke rekening kelompok tani. Mereka mengelola sendiri, termasuk menyewa alat. Jadi perputaran ekonomi langsung dirasakan masyarakat,” ujar Bupati Agam.

Namun demikian, ancaman sedimentasi dari perbukitan saat hujan deras masih berpotensi menimbun kembali sawah yang telah diperbaiki. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Agam mengusulkan tambahan alat berat, khususnya ekskavator mini, agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan kerusakan tidak kembali meluas. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Berkat Tangan Dingin Kasat Lantas Pasbar Pocil Pasbar Kembali Ukir Sejarah Dua Kali Juara 1  Berturut-Turut ‎
Aliansi Mahasiswa Pariaman Bersatu Bagikan Masker Gratis melalui Gerakan “1 Masker 1000 Kebaikan”
Warga Amankan Pria yang Hendak Ambil Kotak Infak, Berakhir Damai di Polsek
Polres Pasaman Barat Ungkap Kasus Curanmor, Satu Residivis Diamankan  
Tim URC Satreskrim Polres Pasaman Barat Mengamankan Seorang Pemuda Yang Mengamuk Menggunakan Sebilah Pisau  
Tiga Anak di Bawah Umur Ditangkap Usai Curi di Lima Toko HP Plaza Andalas Padang
Polres Pasaman Barat Tetapkan AS sebagai Tersangka KDRT, Bacok Istri dengan Parang
Sat Reskrim Polres Pasaman Barat Menangkap Pelaku Pemerkosaan Secara Bersama-sama   

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 10:09 WIB

Berkat Tangan Dingin Kasat Lantas Pasbar Pocil Pasbar Kembali Ukir Sejarah Dua Kali Juara 1  Berturut-Turut ‎

Sabtu, 12 September 2026 - 17:30 WIB

Aliansi Mahasiswa Pariaman Bersatu Bagikan Masker Gratis melalui Gerakan “1 Masker 1000 Kebaikan”

Sabtu, 5 September 2026 - 19:56 WIB

Polres Pasaman Barat Ungkap Kasus Curanmor, Satu Residivis Diamankan  

Rabu, 2 September 2026 - 13:01 WIB

Tim URC Satreskrim Polres Pasaman Barat Mengamankan Seorang Pemuda Yang Mengamuk Menggunakan Sebilah Pisau  

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Tiga Anak di Bawah Umur Ditangkap Usai Curi di Lima Toko HP Plaza Andalas Padang

Berita Terbaru