Perempuan Tak Boleh Jadi Penonton, KOPRI PMII Pasaman Barat Gembleng 30 Kader Muda Lewat Sekolah Islam Gender

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KOPRI PC PMII Pasaman Barat, Sahabati Imelia Siska Putri, dalam sambutannya di hadapan 30 kader.

Ketua KOPRI PC PMII Pasaman Barat, Sahabati Imelia Siska Putri, dalam sambutannya di hadapan 30 kader.

Pasaman Barat-Perempuan tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan. Perempuan harus berani mengambil ruang, menyampaikan gagasan, memimpin, dan ikut menentukan arah masa depan.

Semangat tersebut menjadi pijakan Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PC PMII Pasaman Barat dalam melaksanakan Sekolah Islam Gender (SIG) selama dua hari, 1–2 Agustus 2026, di Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat.

Mengusung tema “Inisiasi KOPRI Pasaman Barat dalam Mengasah Sensitivitas Gender demi Terwujudnya Ruang Juang yang Setara”, kegiatan ini diikuti oleh 30 kader perempuan muda lokal Pasaman Barat.

SIG bukan sekadar agenda kaderisasi. Kegiatan ini menjadi ruang untuk menempa keberanian, memperkuat kapasitas intelektual, serta membangun sensitivitas kader perempuan dalam membaca berbagai persoalan sosial dan ketimpangan gender yang masih terjadi di tengah masyarakat.

KOPRI PMII Pasaman Barat ingin memastikan kader perempuan tidak berhenti pada posisi sebagai objek perubahan. Mereka harus dipersiapkan menjadi subjek yang mampu berpikir kritis, menyusun gagasan, mengambil keputusan, dan menjadi aktor perubahan.

Kesetaraan gender tidak cukup hanya dibicarakan. Ia harus diwujudkan melalui kesempatan yang adil bagi perempuan untuk belajar, berkembang, bersuara, memimpin, dan mengambil peran dalam ruang publik.

Karena itu, SIG menjadi salah satu ikhtiar KOPRI PMII Pasaman Barat untuk membangun kader perempuan yang mampu melihat persoalan secara lebih kritis.

Persoalan perempuan tidak bisa dipisahkan dari pendidikan, ekonomi, politik, hukum, budaya, hingga akses terhadap ruang pengambilan keputusan.

Di tengah kompleksitas tersebut, perempuan membutuhkan lebih dari sekadar keberanian. Mereka membutuhkan pengetahuan, kapasitas, daya saing, kepemimpinan, serta keberanian untuk memperjuangkan ruang yang setara.

Ketua KOPRI PC PMII Pasaman Barat, Sahabati Imelia Siska Putri, dalam sambutannya di hadapan 30 kader perempuan muda menegaskan pentingnya membangun karakter perempuan yang tangguh, visioner, dan kompetitif.

Ia mendorong kader perempuan agar tidak takut keluar dari zona nyaman dan tidak merasa bahwa ruang kepemimpinan hanya diperuntukkan bagi kelompok tertentu.

“Kita ingin kader-kader perempuan KOPRI menjadi perempuan yang tangguh, visioner, dan kompetitif. Jangan takut mengambil ruang, jangan takut menyampaikan gagasan, dan jangan takut memimpin. Perempuan harus mempersiapkan diri agar mampu berdiri di ruang-ruang strategis dan ikut menentukan arah perubahan,” tegas Imelia.

Menurutnya, perempuan muda harus memiliki keberanian untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri. Sebab, tantangan zaman membutuhkan perempuan yang tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata.

“Perempuan tangguh bukan hanya perempuan yang mampu bertahan menghadapi keadaan. Perempuan tangguh adalah perempuan yang mampu membaca zaman, memiliki visi, berani menentukan sikap, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sebanyak 30 kader perempuan yang mengikuti SIG diharapkan tidak menjadikan kegiatan tersebut sebagai akhir dari proses belajar.

Sebaliknya, SIG harus menjadi titik awal bagi lahirnya kader perempuan yang mampu membawa gagasan dan perspektif gender ke berbagai ruang: organisasi, kampus, masyarakat, hingga ruang publik.

KOPRI PMII Pasaman Barat ingin membangun kesadaran bahwa perempuan tidak boleh hanya hadir ketika dibutuhkan, tetapi harus memiliki kapasitas untuk ikut menentukan kebijakan, memengaruhi keputusan, dan menawarkan solusi.

Sebab, ruang kepemimpinan tidak akan terbuka apabila perempuan tidak mempersiapkan kapasitasnya. Dan kapasitas tidak akan tumbuh tanpa keberanian untuk belajar, berproses, dan mengambil tanggung jawab.

Tema “Inisiasi KOPRI Pasaman Barat dalam Mengasah Sensitivitas Gender demi Terwujudnya Ruang Juang yang Setara” menjadi penegasan bahwa ruang juang yang setara tidak lahir hanya dari slogan.

Ia harus diperjuangkan melalui pendidikan, kaderisasi, keberanian, solidaritas, dan konsistensi gerakan.

Melalui SIG, KOPRI PMII Pasaman Barat berupaya menyiapkan kader perempuan yang tidak hanya mampu berbicara tentang gender, tetapi juga mampu memahami realitas, mengidentifikasi persoalan, menyusun gagasan, dan mengambil tindakan.

Dari 30 kader perempuan muda tersebut, diharapkan lahir generasi perempuan Pasaman Barat yang tangguh menghadapi tantangan, visioner melihat masa depan, dan kompetitif menghadapi perubahan.

Pada akhirnya, perempuan tidak seharusnya menunggu masa depan datang kepada mereka.

Dan dari Sekolah Islam Gender inilah KOPRI PMII Pasaman Barat ingin memulai langkah tersebut, mencetak perempuan yang bukan hanya berani meminta ruang, tetapi memiliki kapasitas untuk mengisi, memperluas, dan membuka ruang bagi perempuan lainnya. (Ridho K)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Antisipasi Kabut Asap, BPBD Pasaman Barat Bagikan 5.000 Masker di Empat Titik
Jevin Amillga, S.H., ungul dalam pilwan di Jambak Selatan,
Tangan Dingin Guntara Lahirkan Prestasi Dan Bibit Muda Tinju Pasaman Barat
Berkat Tangan Dingin Kasat Lantas Pasbar Pocil Pasbar Kembali Ukir Sejarah Dua Kali Juara 1  Berturut-Turut ‎
Aliansi Mahasiswa Pariaman Bersatu Bagikan Masker Gratis melalui Gerakan “1 Masker 1000 Kebaikan”
Warga Amankan Pria yang Hendak Ambil Kotak Infak, Berakhir Damai di Polsek
Polres Pasaman Barat Ungkap Kasus Curanmor, Satu Residivis Diamankan  
Tim URC Satreskrim Polres Pasaman Barat Mengamankan Seorang Pemuda Yang Mengamuk Menggunakan Sebilah Pisau  

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:44 WIB

Antisipasi Kabut Asap, BPBD Pasaman Barat Bagikan 5.000 Masker di Empat Titik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:18 WIB

Jevin Amillga, S.H., ungul dalam pilwan di Jambak Selatan,

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Tangan Dingin Guntara Lahirkan Prestasi Dan Bibit Muda Tinju Pasaman Barat

Kamis, 17 September 2026 - 10:09 WIB

Berkat Tangan Dingin Kasat Lantas Pasbar Pocil Pasbar Kembali Ukir Sejarah Dua Kali Juara 1  Berturut-Turut ‎

Sabtu, 12 September 2026 - 17:30 WIB

Aliansi Mahasiswa Pariaman Bersatu Bagikan Masker Gratis melalui Gerakan “1 Masker 1000 Kebaikan”

Berita Terbaru