Pasaman Barat-Ridho Kurnia, S.Pd. dinobatkan sebagai Lulusan Aktivis Terbaik Kampus pada Wisuda Angkatan ke-XXVIII Institut Agama Islam (IAI) YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat, Kamis (29/10/2026).
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas perjalanan Ridho selama menjadi mahasiswa yang aktif berorganisasi, mengawal isu-isu sosial, hingga membawa nama kampus ke tingkat provinsi dan nasional.
Perjalanan organisasinya dimulai sebagai anggota Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA). Pada periode berikutnya, ia dipercaya menjadi Menteri DEMA, sebelum akhirnya diamanahkan sebagai Presiden Mahasiswa periode 2025–2026.
Selama menjabat sebagai Presiden Mahasiswa, Ridho aktif menggelar diskusi, kegiatan sosial, advokasi, hingga aksi turun ke jalan untuk mengawal berbagai persoalan dan menyuarakan keresahan masyarakat Pasaman Barat. Ia dikenal sebagai sosok yang vokal dan kerap tampil sebagai orator dalam berbagai gerakan mahasiswa.
Di tingkat daerah, Ridho dikenal sebagai Koordinator Aliansi Mahasiswa Pasaman Barat (AMPB). Bersama AMPB, ia terlibat dalam berbagai gerakan yang mengawal persoalan pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga konflik agraria.
Aktivitasnya tidak hanya terbatas di Pasaman Barat. Bersama Aliansi BEM se-Sumatera Barat, Ridho juga aktif menyuarakan berbagai keresahan masyarakat dan mengawal persoalan-persoalan publik di tingkat provinsi. Dalam sejumlah aksi dan gerakan tersebut, ia kerap tampil sebagai orator untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa dan masyarakat.
Dalam perjalanan organisasi mahasiswa tingkat provinsi dan nasional, Ridho turut membawa nama IAI YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat menjadi bagian dari Koordinator Daerah II BEM se-Sumatera Barat serta tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia Kerakyatan. Ia juga mengikuti sejumlah agenda nasional, di antaranya Musyawarah Nasional BEM se-Indonesia dan Rapat Kerja Nasional BEM se-Indonesia Kerakyatan di Serang, Banten.
Di luar kampus, Ridho juga aktif dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pasaman Barat. Di PMII, ia dipercaya menjadi pengurus PKC PMII Sumatera Barat Bidang Kajian Hukum dan Advokasi. Sementara di KNPI Pasaman Barat, ia diamanahkan sebagai pengurus Bidang Lingkungan Hidup.
Penghargaan yang diraihnya pada momentum wisuda ini menjadi bagian dari perjalanan panjang Ridho dalam dunia akademik dan organisasi. Baginya, menjadi mahasiswa bukan hanya tentang menyelesaikan perkuliahan dan memperoleh gelar sarjana, tetapi juga tentang membangun kepedulian, keberanian berpikir kritis, serta mengambil bagian dalam mengawal persoalan masyarakat.
Wisuda bukanlah akhir dari perjuangan. Gelar sarjana dan penghargaan yang diraih menjadi bekal sekaligus tanggung jawab untuk terus belajar, bergerak, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (*)












