Pasaman Barat-Di bawah rintik hujan yang tak henti mengguyur kawasan Simpang Empat, Pasaman Barat, semangat itu tetap menyala. Rabu, (18/3/2026), Aliansi Mahasiswa Pasaman Barat (AMPB) membuktikan bahwa kepedulian tidak pernah tunduk pada cuaca.
Dengan langkah mantap dan wajah penuh tekad, para mahasiswa turun ke jalan lintas Pasaman Baru, membawa misi sederhana namun penuh makna, berbagi.
Hujan yang turun justru menjadi saksi keteguhan hati mereka dalam menjalankan aksi sosial pembagian takjil kepada masyarakat yang tengah berpuasa.
Sekitar 200 paket takjil dibagikan kepada para pengguna jalan pengendara yang melintas, pejalan kaki, hingga warga sekitar yang menyambut dengan senyum haru.
Di tengah derasnya hujan, tangan-tangan mahasiswa itu tetap terulur, menyapa satu per satu masyarakat dengan kehangatan yang tak tergoyahkan.
Tak ada keluhan, tak ada ragu. Genangan air dan pakaian yang basah kuyup tak mampu meredam semangat mereka. Justru, kondisi tersebut seolah menjadi bahan bakar yang menguatkan tekad, bahwa kepedulian harus tetap hadir, bahkan dalam situasi yang tak bersahabat sekalipun.
Koordinator AMPB, Ridho Kurnia menyampaikan dengan penuh keyakinan bahwa aksi ini bukan sekadar kegiatan berbagi biasa.
“Ini adalah bagian dari komitmen kami sebagai mahasiswa untuk selalu hadir dalam setiap aksi yang memberikan manfaat bagi masyarakat Pasaman Barat,” ujarnya.
Lebih dari sekadar membagikan takjil, kegiatan ini menjadi simbol nyata peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial. Di bulan suci Ramadhan, momen ini menjelma menjadi ruang untuk menumbuhkan empati, mempererat kebersamaan, dan menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Aksi ini juga menjadi jembatan yang menghubungkan mahasiswa dengan masyarakat luas, mendekatkan hati, dan menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa bukan hanya di ruang akademik, tetapi juga di tengah denyut kehidupan sosial.
Di balik hujan yang turun, tersimpan kisah tentang kepedulian yang tumbuh, tentang kebersamaan yang menguat, dan tentang harapan yang terus menyala.
AMPB berharap, langkah kecil ini mampu menjadi inspirasi, bahwa berbagi tidak harus menunggu kondisi sempurna, dan bahwa kebaikan akan selalu menemukan jalannya.
Di Pasaman Barat, sore itu, hujan mungkin membasahi bumi. Namun semangat berbagi para mahasiswa justru menghangatkan hati banyak orang. (*)












