UCL — Persaingan daftar pencetak gol terbanyak Liga Champions UEFA musim 2025/2026 kian memanas.
Striker andalan Real Madrid asal Prancis Kylian Mbappe masih memimpin dengan koleksi 13 gol, namun posisinya kini mendapat tekanan serius dari Anthony Gordon yang tampil tajam bersama Newcastle United.
Sejak fase grup, Mbappe sudah menunjukkan dominasinya. Ia membuka keran gol dengan mencetak brace pada laga pembuka, kemudian menambah tiga gol dalam dua pertandingan berikutnya.
Ketajamannya mencapai puncak saat mencatatkan hattrick pertama di fase grup, yang membuatnya langsung melesat ke puncak daftar top skor.
Memasuki fase gugur, Mbappe kembali menunjukkan kelasnya dengan mencetak gol penting di leg pertama babak 16 besar, sebelum kembali mencatatkan hattrick kedua di perempat final. Total 13 gol yang ia kumpulkan menjadi bukti konsistensi dan kualitasnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia saat ini.
Namun di sisi lain, Anthony Gordon muncul sebagai pesaing serius yang tak bisa dipandang sebelah mata. Pemain muda Inggris ini tampil mengejutkan dengan performa luar biasa bersama Newcastle.
Gordon memulai kompetisi dengan satu gol di fase grup, lalu perlahan meningkatkan kontribusinya dengan mencetak gol di hampir setiap pertandingan penting. Ia sempat mencetak brace di laga penentuan fase grup yang memastikan timnya lolos ke babak berikutnya.
Memasuki fase gugur, performa Gordon semakin menanjak. Ia menjadi pahlawan tim lewat gol-gol krusial di babak 16 besar dan perempat final. Ketajamannya membuat jarak dengan Mbappe semakin tipis, menjadikan persaingan top skor musim ini semakin terbuka.
Secara gaya bermain, Mbappe mengandalkan kecepatan dan penyelesaian akhir yang mematikan, sementara Gordon lebih dikenal dengan agresivitas, pergerakan tanpa bola, serta kemampuan memanfaatkan peluang di kotak penalti. Perbedaan karakter ini justru membuat persaingan keduanya semakin menarik untuk disaksikan.
Dengan masih tersisanya beberapa pertandingan penting menuju final, peluang keduanya untuk menambah gol masih terbuka lebar. Mbappe memang masih unggul, namun tekanan dari Gordon bisa saja mengubah peta persaingan kapan saja.
Jika mampu menjaga konsistensi, bukan tidak mungkin musim ini akan menjadi salah satu perburuan top skor paling dramatis dalam sejarah Liga Champions. (*)











