Harga Daging Sapi dan Kerbau di Pasaman Barat Naik Rp30 Ribu Jelang Ramadan, Permintaan Tetap Tinggi

Rabu, 18 Februari 2026 - 22:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Penjual dan pembeli daging di pasar tradisional Pasaman Barat

Foto: Penjual dan pembeli daging di pasar tradisional Pasaman Barat

PASAMAN BARAT – Harga daging sapi dan daging kerbau di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mengalami kenaikan signifikan satu hari menjelang Ramadan. Meski harga melonjak sekitar Rp30 ribu per kilogram, daya beli masyarakat tetap tinggi dan aktivitas jual beli di pasar tradisional justru meningkat.

Kenaikan harga ini terjadi seiring tradisi menyembelih serta mengonsumsi daging sapi dan kerbau menjelang bulan suci Ramadan yang masih kuat dipertahankan oleh masyarakat setempat.

Saat ini, harga daging sapi di Pasaman Barat dijual sekitar Rp160 ribu per kilogram. Angka tersebut naik dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp130 ribu per kilogram.

Sementara itu, daging kerbau dijual lebih tinggi, yakni Rp180 ribu per kilogram.Harga daging kerbau relatif lebih mahal di banding daging sapi.

Daging kerbau umumnya hanya tersedia pada momen-momen tertentu, seperti jelang Ramadan, sehingga permintaan dan harganya relatif lebih tinggi dibanding hari biasa.

Lonjakan permintaan juga terlihat dari meningkatnya jumlah pedagang musiman yang berjualan di pasar-pasar tradisional hingga di pinggir jalan.

Jika dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah penjual daging jelang Ramadan tahun ini terpantau lebih banyak.

Para pedagang mengaku kenaikan harga tidak berdampak signifikan terhadap penjualan. Tingginya minat beli masyarakat disebut dipengaruhi kondisi ekonomi yang mulai membaik.

Salah satu faktor pendorongnya adalah membaiknya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, yang menjadi sumber penghasilan utama sebagian besar warga Pasaman Barat.

Seluruh daging yang dijual di pasar terlihat segar karena rata-rata baru dipotong pada malam sebelumnya.

Masyarakat setempat juga cenderung memilih daging segar lokal dibandingkan daging beku atau daging kemasan.

Preferensi terhadap daging lokal ini membuat transaksi pedagang meningkat tajam. Momentum penjualan tinggi seperti ini biasanya terjadi setiap menjelang Ramadan.

Dengan tingginya antusiasme masyarakat, tradisi mengonsumsi daging jelang Ramadan di Pasaman Barat diperkirakan akan terus bertahan sebagai bagian dari budaya lokal yang sarat makna kebersamaan. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Antisipasi Kabut Asap, BPBD Pasaman Barat Bagikan 5.000 Masker di Empat Titik
Jevin Amillga, S.H., ungul dalam pilwan di Jambak Selatan,
Polres Pasaman Barat Ungkap Kasus Curanmor, Satu Residivis Diamankan  
Tim URC Satreskrim Polres Pasaman Barat Mengamankan Seorang Pemuda Yang Mengamuk Menggunakan Sebilah Pisau  
Polres Pasaman Barat Tetapkan AS sebagai Tersangka KDRT, Bacok Istri dengan Parang
Sat Reskrim Polres Pasaman Barat Menangkap Pelaku Pemerkosaan Secara Bersama-sama   
Kasat Lantas dan Jajaran Pelatih POCIL Raih Penghargaan dari Bupati Pasaman Barat
Bupati Cup 2026: Polres Pasaman Barat Menang Tipis 1-0 atas Kodim 0305 Pasaman Bersama Wartawan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:44 WIB

Antisipasi Kabut Asap, BPBD Pasaman Barat Bagikan 5.000 Masker di Empat Titik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:18 WIB

Jevin Amillga, S.H., ungul dalam pilwan di Jambak Selatan,

Sabtu, 5 September 2026 - 19:56 WIB

Polres Pasaman Barat Ungkap Kasus Curanmor, Satu Residivis Diamankan  

Rabu, 2 September 2026 - 13:01 WIB

Tim URC Satreskrim Polres Pasaman Barat Mengamankan Seorang Pemuda Yang Mengamuk Menggunakan Sebilah Pisau  

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Polres Pasaman Barat Tetapkan AS sebagai Tersangka KDRT, Bacok Istri dengan Parang

Berita Terbaru