Padang-Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kantor Wilayah Sumatera Barat mencatat sejarah baru dengan menggelar Rapat Kerja (Raker) Kanwil pertama se-Indonesia.
Kegiatan strategis ini berlangsung pada 13–14 April 2026 di Bukittinggi, dan menjadi momentum penting dalam mematangkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M.
Raker ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Jakarta sekaligus penguatan koordinasi lintas daerah menjelang keberangkatan jemaah ke Tanah Suci.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat H. Dr. M. Rifki, M.Ag, menyampaikan bahwa sekitar 35 persen calon jemaah haji Sumbar merupakan kelompok usia di atas 65 tahun.
Ia menegaskan bahwa pemeriksaan istitha’ah (kemampuan kesehatan) dilakukan secara ketat untuk memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan lancar.
Rifki juga menyoroti panjangnya daftar tunggu hingga 26 tahun yang menjadi dasar penguatan kebijakan bahwa ibadah haji idealnya hanya dilakukan sekali seumur hidup.
Kanwil Kemenhaj Sumbar juga merilis sebaran calon jemaah reguler. Kota Padang tercatat sebagai daerah dengan jumlah terbanyak, yaitu 1.130 jemaah, disusul Kabupaten Agam: 411 jemaah, kota Bukittinggi: 320 jemaah, Pesisir Selatan: 207 jemaah, Padang Pariaman: 202 jemaah, Tanah Datar: 197 jemaah, Pasaman Barat: 189 jemaah, Payakumbuh: 178 jemaah, Pasaman: 169 jemaah, Kabupaten Solok: 166 jemaah, Limapuluh Kota: 161 jemaah, Solok: 132 jemaah, Pariaman: 101 jemaah
Sementara daerah lainnya berada di bawah 100 jemaah, termasuk Kepulauan Mentawai (28 jemaah) dan Solok Selatan (25 jemaah).
Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penyerahan DIPA kepada kabupaten/kota dengan total anggaran mencapai Rp13 miliar untuk Sumatera Barat.
H. Dr. Rifki, M.Ag berharap pemisahan Kementerian Haji dan Umrah dari Kementerian Agama dapat meningkatkan kualitas layanan haji dan umrah secara signifikan.
“Fokus yang lebih khusus diharapkan melahirkan kebijakan yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan,” ujarnya.
Dengan berbagai dinamika tersebut, penyelenggaraan haji 2026 di Sumatera Barat diharapkan tetap berjalan lancar, meski menghadapi penyesuaian kuota dan tantangan teknis lainnya. (Obi)











