Perkuat Transformasi, Polri Bangun Laboratorium Sosial Sains untuk Taruna Akpol

Senin, 30 Maret 2026 - 22:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang-Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya dalam Transformasi Polri melalui reformasi doktrin dan penguatan sumber daya manusia dengan meresmikan pembangunan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian di Akademi Kepolisian (Akpol), Lemdiklat Polri, Semarang.

 

Peresmian ditandai dengan kegiatan groundbreaking (peletakan batu pertama) yang dipimpin oleh Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, pada Senin (30/3/2026) pukul 09.30 WIB di lingkungan Perpustakaan Akpol.

 

Langkah ini merupakan bagian dari reformasi fundamental Polri dalam menggeser paradigma kerja kepolisian dari yang selama ini cenderung reaktif menjadi proaktif, reflektif, dan berbasis ilmu pengetahuan.

 

Wakapolri menegaskan bahwa kehadiran Laboratorium Sosial Sains menjadi instrumen strategis dalam menjawab tantangan kompleks tugas kepolisian modern, khususnya dalam meningkatkan kualitas SDM Polri melalui pembaruan kurikulum pendidikan.

 

“Polisi masa depan tidak boleh hanya bekerja berdasarkan intuisi emosional. Setiap tindakan harus didasarkan pada riset yang mendalam. Laboratorium ini memastikan lulusan Akpol memiliki landasan filosofis, pedagogis, dan literasi yang kuat sebelum terjun ke lapangan,” tegas Wakapolri.

 

Laboratorium Sosial Sains Kepolisian dirancang sebagai model pembelajaran baru yang mengintegrasikan teori akademik dengan praktik langsung di tengah masyarakat sebagai perwujudan transformasi Pendidikan Taruna Berbasis Realitas Sosial

 

Konsep ini diperkuat oleh pandangan akademisi, Prof. Dr. Rodiyah Tangwun, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (UNNES), yang menyebut bahwa laboratorium sosial merupakan pendekatan pembelajaran reflektif berbasis realitas.

 

Dalam implementasinya, laboratorium ini memiliki tiga fungsi utama:

1. Ruang belajar berbasis fakta dan realitas sosial, di mana taruna tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengasah kemampuan analisis dan solusi terhadap dinamika masyarakat.

2. Wujud konkret kualitas pendidikan kepolisian, yang menekankan keseimbangan antara aspek akademik dan praktik lapangan.

3. Ruang kolaborasi dengan masyarakat, menjadikan masyarakat sebagai bagian integral dalam proses pembelajaran.

 

Membangun Karakter dan Kompetensi Polisi Masa Depan melalui Laboratorium Sosial Sains, Polri menargetkan lahirnya perwira yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki integritas dan kecerdasan holistik.

 

Adapun dampak yang diharapkan antara lain:

• Penguatan integritas dan komitmen moral

• Peningkatan keterampilan praktis berbasis situasi nyata

• Kemampuan analisis dan prediksi dinamika sosial

• Pembentukan kepemimpinan lapangan yang adaptif dan solutif

 

Laboratorium ini tidak hanya menjadi metode pembelajaran, tetapi juga fondasi dalam mencetak SDM Polri yang unggul, modern, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

 

Kolaborasi Polri dan Perguruan Tinggi ditandai dengan hadirnya pejabat utama Mabes Polri, jajaran Lemdiklat Polri, pimpinan Akpol, serta perwakilan dari berbagai perguruan tinggi nasional.

 

Kehadiran akademisi dari berbagai universitas menegaskan bahwa transformasi Polri dilakukan melalui pendekatan kolaboratif antara institusi kepolisian dan dunia pendidikan tinggi.

 

Polri juga terus mengembangkan ekosistem keilmuan kepolisian melalui kerja sama strategis dengan perguruan tinggi, termasuk penguatan pusat studi kepolisian di berbagai kampus sebagai bagian dari pembangunan knowledge-based policing.

 

Kehadiran Laboratorium Sosial Sains di Akpol menjadi tonggak penting dalam perjalanan reformasi Polri, khususnya dalam membangun institusi yang adaptif terhadap perubahan zaman.

 

Melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan kolaborasi, Polri menegaskan arah pemutakhiran sebagai institusi yang modern, profesional, dan terpercaya, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (*)

 

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kemendikdasmen Tetapkan Pasaman Barat sebagai Lokasi Prioritas Program SNT 2026
Komitmen Hijau Dies Natalis Unand, Mahyeldi dan Tokoh Nasional Tanam Pohon Andalas
Pangkoarmada II Terima East Java Maritime Awards 2026 Atas Prestasi Koarmada II sebagai Penjaga Kedaulatan Matra Laut Jawa Timur
Kunjungan Widiyanti Putri Wardhana ke Sumbar: Bandara Mentawai, Wisata Gastronomi, dan Kebangkitan Tour de Singkarak 2027 Jadi Sorotan
Kunjungi Bukittinggi, Menteri Pariwisata Terkesan Potensi Sejarah dan Wisata
Pasaman Barat Jemput Dukungan Kemensos: ATENSI Dipercepat, Sekolah Rakyat Masuk Prioritas 2026/2027
Bupati Pasaman Barat Hadiri Forum Ekselerator Negeri 2026 di Palembang
Dua Jemaah Haji Padang Tertunda Berangkat ke Tanah Suci karena Kondisi Kesehatan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:24 WIB

Kemendikdasmen Tetapkan Pasaman Barat sebagai Lokasi Prioritas Program SNT 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:32 WIB

Komitmen Hijau Dies Natalis Unand, Mahyeldi dan Tokoh Nasional Tanam Pohon Andalas

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:47 WIB

Pangkoarmada II Terima East Java Maritime Awards 2026 Atas Prestasi Koarmada II sebagai Penjaga Kedaulatan Matra Laut Jawa Timur

Rabu, 29 April 2026 - 21:18 WIB

Kunjungan Widiyanti Putri Wardhana ke Sumbar: Bandara Mentawai, Wisata Gastronomi, dan Kebangkitan Tour de Singkarak 2027 Jadi Sorotan

Rabu, 29 April 2026 - 21:01 WIB

Kunjungi Bukittinggi, Menteri Pariwisata Terkesan Potensi Sejarah dan Wisata

Berita Terbaru