Padang-Menjelang dan setelah perayaan Idulfitri, masyarakat diingatkan untuk tetap menjaga pola makan agar terhindar dari berbagai penyakit.
Perubahan drastis dalam konsumsi makanan setelah sebulan berpuasa kerap memicu gangguan kesehatan, terutama bila makanan dikonsumsi berlebihan tanpa memperhatikan kandungan gizi dan kebersihan.
Kepala Puskesmas Alai Kota Padang, dr. Yeni menjelaskan bahwa selama bulan puasa tubuh terbiasa dengan pola makan yang lebih teratur, sehingga beberapa keluhan kesehatan justru berkurang.
“Selama puasa, kita bisa mengatur pola makan sesuai jadwal. Banyak penyakit yang hilang atau membaik karena pola makan teratur,” ujar dr. Yeni, Kamis (12/3/2026).
Namun, pola makan ini sering berubah ketika masyarakat memasuki masa menjelang dan setelah Lebaran. Banyak orang merasa bebas mengonsumsi berbagai jenis makanan tanpa memperhatikan dampaknya terhadap kesehatan.
Salah satu penyakit yang paling sering muncul adalah gangguan pencernaan hingga diare. Hal ini biasanya terjadi karena masyarakat mengonsumsi makanan di rumah saudara atau tempat wisata yang belum tentu higienis.
“Kadang saat Lebaran kita berkunjung ke rumah saudara atau tempat wisata. Makanannya bisa terkontaminasi bakteri atau kuman, sehingga bisa menyebabkan diare,” jelas dr. Yeni.
Selain gangguan pencernaan, penyakit lain yang rawan muncul antara lain: Hipertensi, akibat konsumsi makanan tinggi garam.
Kolesterol tinggi, dipicu santan, gorengan, dan jeroan. Diabetes melitus, karena makanan manis berlebihan. Asam urat, akibat konsumsi makanan tinggi purin seperti daging dan jeroan.
Masalah lambung, karena makan tidak teratur atau terlalu banyak saat sahur dan buka puasa. Obesitas ringan atau berat badan naik, akibat konsumsi makanan manis dan gorengan berlebihan.
Dr. Yeni menekankan pentingnya mengendalikan konsumsi makanan meski berada dalam suasana Lebaran.
“Jangan mentang-mentang hari kemenangan, semua makanan dikonsumsi berlebihan. Kunci utama adalah tetap menjaga pola makan agar tubuh tetap sehat setelah berpuasa,” ujarnya.
Ia juga menyarankan masyarakat untuk: Mengonsumsi makanan dalam porsi kecil tapi sering. Memilih makanan yang bersih dan sehat.
Tetap menjaga hidrasi dengan cukup minum air putih. Mengatur konsumsi makanan manis dan berlemak.
Dengan menjaga pola makan, masyarakat dapat menikmati Lebaran tanpa harus menghadapi gangguan kesehatan pasca perayaan.
Kesadaran ini menjadi kunci agar tubuh tetap bugar dan risiko penyakit dapat diminimalkan, terutama setelah sebulan menjalani ibadah puasa. (*)












