Semen Padang FC akan menjamu Malut United pada pekan ke-22 kompetisi di Stadion Haji Agus Salim, Kota Padang, Jumat (20/2/2026) pukul 21.00 WIB. Pertandingan ini menjadi laga pertama Kabau Sirah di bulan Ramadan.
Secara klasemen, Malut United datang dengan modal kuat. Tim tamu menempati peringkat keempat dengan koleksi 40 poin. Sementara itu, Semen Padang masih tertahan di posisi ke-16 dengan raihan 15 poin.
Meski terpaut jauh, Semen Padang tetap percaya diri. Formasi baru yang diterapkan pelatih Dejan Antonic mulai menunjukkan perkembangan positif. Namun, tim tuan rumah tetap membawa beban setelah kalah telak 0-3 dari Arema Malang pada pekan sebelumnya.
Memasuki putaran kedua, manajemen dan tim pelatih menargetkan kemenangan di setiap laga kandang. Mereka ingin menebus hasil kurang maksimal pada putaran pertama. Karena itu, hampir setiap pertandingan di Padang kini bernuansa revans.
Laga melawan Malut United juga masuk dalam misi tersebut. Pada pertemuan pertama di Stadion Kie Raha, Ternate, Semen Padang harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 0-1. Kini, Kabau Sirah bertekad membalas kekalahan itu di hadapan pendukung sendiri.
BACA JUGA:
Semen Padang Waspadai Sentuhan Hendri Susilo, Siap All Out Demi Keluar dari Zona Merah
Pertandingan ini juga menghadirkan cerita menarik. Malut United kini dilatih Hendri Susilo, pelatih asal Bukittinggi yang pernah menangani Semen Padang.
Meski Hendri memahami karakter tim lama, komposisi Kabau Sirah sudah banyak berubah. Manajemen merombak hampir seluruh pemain asing sehingga kekuatan tim saat ini berbeda dibanding sebelumnya.
Dengan status tim yang tengah terluka, Semen Padang dipastikan tampil habis-habisan. Mereka menargetkan tiga poin untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Persaingan di papan bawah semakin ketat. Semen Padang mengoleksi 15 poin, jumlah yang sama dengan Persijap Jepara. Persis masih berada di dasar klasemen dengan 12 poin. Di atas Semen Padang, PSBS Biak mengantongi 17 poin, sedangkan Madura United mengoleksi 19 poin.
Kondisi ini membuat laga kontra Malut United menjadi sangat krusial. Kemenangan menjadi satu-satunya jalan bagi Kabau Sirah untuk menjaga peluang keluar dari zona degradasi.












