Erosi Sungai di Aia Manggih Utara Pasaman Kian Parah, Rumah Warga dan Jalur Lintas Sumatera Terancam

Rabu, 18 Februari 2026 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kondisi sungai di Nagari Aia Manggih Utara, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman yang makin terkikis ancam jalur lintas Sumatera.

Foto: Kondisi sungai di Nagari Aia Manggih Utara, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman yang makin terkikis ancam jalur lintas Sumatera.

PASAMAN – Erosi sungai yang terjadi sejak Desember 2025 di Nagari Aia Manggih Utara, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, semakin menimbulkan keresahan warga.

Kondisi ini tidak hanya merusak lahan masyarakat, tetapi juga mengancam rumah penduduk hingga jalur strategis nasional, Lintas Sumatera.

Berdasarkan pantauan warga, pengikisan terjadi di bibir sungai dengan kondisi tanah yang relatif lembut sehingga mudah tergerus arus air.

Hingga saat ini, jarak antara bibir sungai dan salah satu rumah warga diperkirakan tinggal sekitar 15 meter.

BACA JUGA:
Harga Daging Sapi dan Kerbau di Pasaman Barat Naik Rp30 Ribu Jelang Ramadan, Permintaan Tetap Tinggi

Warga Dihantui Kekhawatiran Saat Hujan Deras

Sahruni, salah seorang warga Aia Manggih Utara, mengaku terus diliputi rasa cemas sejak erosi mulai terjadi pada akhir tahun lalu. Ia yang tinggal bersama suaminya merasa khawatir setiap kali hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

“Kalau hujan deras dan air sungai naik, kami selalu waswas. Takut tanah makin tergerus dan rumah ikut terdampak,” ujarnya.

Menurutnya, apabila tidak segera ditangani, erosi tersebut berpotensi membuatnya kehilangan tempat tinggal.

Apalagi intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa bulan terakhir mempercepat proses pengikisan tanah di sepanjang aliran sungai.

Foto: Kondisi sungai di Nagari Aia Manggih Utara, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman yang makin terkikis ancam jalur lintas Sumatera.

Jalur Lintas Sumatera Ikut Terancam

Tak hanya permukiman warga, kondisi erosi juga disebut-sebut mendekati badan Jalan Lintas Sumatera. Saat ini jaraknya diperkirakan tinggal sekitar 30 meter dari bibir sungai.

Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin pengikisan akan semakin meluas dan berdampak pada infrastruktur vital yang menjadi penghubung antar provinsi tersebut.

Masyarakat setempat berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera turun tangan melakukan penanganan, seperti pembangunan penahan tebing atau normalisasi sungai, guna mencegah dampak yang lebih besar.

Warga menilai langkah cepat sangat dibutuhkan untuk melindungi permukiman, lahan pertanian, serta menjaga keamanan Jalur Lintas Sumatera dari potensi kerusakan akibat erosi yang terus meluas. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Mahyeldi Safari Ramadan ke Pasaman, Serahkan Bantuan Rp50 Juta untuk Pembangunan Masjid
Harga Daging Sapi dan Kerbau di Pasaman Barat Naik Rp30 Ribu Jelang Ramadan, Permintaan Tetap Tinggi

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 05:11 WIB

Mahyeldi Safari Ramadan ke Pasaman, Serahkan Bantuan Rp50 Juta untuk Pembangunan Masjid

Rabu, 18 Februari 2026 - 22:24 WIB

Harga Daging Sapi dan Kerbau di Pasaman Barat Naik Rp30 Ribu Jelang Ramadan, Permintaan Tetap Tinggi

Rabu, 18 Februari 2026 - 17:22 WIB

Erosi Sungai di Aia Manggih Utara Pasaman Kian Parah, Rumah Warga dan Jalur Lintas Sumatera Terancam

Berita Terbaru