Pasaman Barat-Kebakaran terjadi di kawasan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Selasa (11/8/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang perempuan yang diketahui merupakan istri pemilik rumah meninggal dunia.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Pasaman Barat, Handoko, membenarkan kejadian tersebut.
“Memang benar ada kejadian kebakaran subuh tadi sekitar pukul 03.00 WIB. Kami melakukan pemadaman kurang lebih 30 menit,” ujar Handoko di Simpang Empat.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima petugas, saat tiba di lokasi kejadian (TKP), rumah tersebut sudah dalam kondisi terbakar.
Handoko mengatakan, korban merupakan istri pemilik rumah yang diperkirakan berusia sekitar 45 tahun.
“Yang sangat miris, ada korban jiwa. Itu istri beliau, kurang lebih berumur 45 tahun, sekarang di otopsi d RSUD,” katanya.
Berdasarkan informasi awal yang diterima petugas, kebakaran diduga bermula ketika korban sedang memasak. Korban kemudian pergi ke kamar mandi. Saat kembali, api sudah terlihat membesar dan diduga berasal dari bagian kulkas.
“Informasi yang kami dapat, istrinya sedang memasak kemudian pergi ke WC. Saat kembali, terlihat api sudah besar. Api dimulai dari kulkas,” jelas Handoko.
Korban kemudian kembali masuk ke dalam rumah, sementara suaminya disebut tidak mengetahui kondisi tersebut. Korban akhirnya menjadi satu-satunya korban jiwa dalam peristiwa kebakaran itu.
Handoko menyebut kondisi rumah saat petugas tiba di lokasi cukup parah akibat dilalap api. Petugas pemadam kebakaran dari Pos Kinali mengerahkan satu regu dengan satu unit mobil pemadam untuk menangani kebakaran tersebut.
“Personel yang kami turunkan dari Kinali hanya satu regu dan satu unit mobil,” ujarnya.
Ia menambahkan, lokasi kebakaran berada di kawasan yang cukup padat penduduk. Meski demikian, api tidak sampai merambat ke rumah-rumah di sisi kiri dan kanan bangunan yang terbakar.
“Alhamdulillah, tidak sampai menjalar ke kiri dan kanan rumah yang ada di sana,” katanya.
Pasca kejadian, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat juga langsung turun ke lokasi untuk memberikan bantuan kepada keluarga korban.
“Alhamdulillah, pemerintah daerah hari ini sudah langsung ke lokasi. Pak Sekda memberikan bantuan untuk meringankan beban korban,” tutup Handoko. (*)











